This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 29 April 2016

hey malam

Assamualaikum malam yang dingin di iringi hujan dari siang yanh tak kunjung reda...
Kata orang... malam adalah waktu yang tepat untuk melupakan semua kenangan buruk, tapi bagiku disaat malam hari akan terlelap malah mengibgatkanku atas semua hal yang terjadi padaku. Entah itu hal yang menyenangkan ataupun menyedihkan.

Kenapa sulit sekali melupakan hal itu? Apa karena pengorbananku yang sudah terlanjur besar? Atau karena tanpa aku sadari rasa cintaku padanya yang terlalu besar? Akupun kurang yakin dengan perasaanku.

Aku selalu berusaha memikirkan semua hal buruk tentangnya dan hal buruk ysng mungkin terjadi kalau aku bersamanya, tapi masih belum berhasil untuk alu membenci dan melupakannya. Apakah ini yang di makdud cibta yang tulus? Jika iya malasih Sllah engkau beri aku cinta yang tulus dalam diriku walaupun itu menyakirkan. Tapi setidaknya aku masih tergolong ke dalam orang yang tulus.

Waktu malam ini, selalu terlintas bayangan dan kenangan yang pernah tetjadi antara kita.. tapi jika rasa kecewaku besar tersorat foa buruk untukmu, maafkan aku... aku belum berhasil jadi orang yang ikhlas.. tapi aku akan selalu berusaha untuk jadi orang yang ikhlas itu...

Hey malam... tuntun aku terlelap n melupakan semua hal buruk dan menyakitkan di jidupku... semoga esok dan selanjutnta Allah memverikan hari yang indah dan bahagia kepafaku...

Yang menyakiti aku, aku pasrahkan kepada Allah.. semoga engkau tidak mengulangi hal itu kepada orang lain... cukup aku yang jadi korbsn kekejamanmu... jadikan aku insan yangbaik ran bersyukur serta beruntung y Allah aamiin

Minggu, 10 April 2016

finally

Hay yang tersayang... yang selalu ku rindu dalak setiap doaku..
Kau baik-baik saja kan? Setelah sekian lama, hampir 2 bulan aku berusaha menjauh dan mrlupakanmu, akhirnya aku sudah mulai merasa berhasil. Walaupun terkadang aku masih memikirkanmu. Maafkan aku yang mengira selama ini kamu menyayangiku sebagaimana aku menyayangimu.
Kesalahpahaman atas semua perhatianmu selama ini. Atas kesalahan perasaa sayangku padamu. Akhirnya keberanian itu muncul untuk beajar menjauh dan melupakanmu. Maafkan aku menyerah untuk bertahan menyayangimu. Setwlah semua yang alu beri dan kita lalui bersama, kini tiba saatnya untuk aku berjalan maju! Melangkah melupakanmu!
Semoga hari-hari mu selalu bahagia. Orang yang aku sayangi, yang paling tersayang selama sejarah aku mengenal lelaki setelah ayahku.
Pertahankan hubunganmu dengan kekasihmu, cobalah saling terbuka dengan keadaan masing-masing, saling tolong menolong jika ada yang susah, saling menjaga hubungan. Jangan menganggap orang yang dekat dengan kalian adalah vans kalian hanya karena demi mempertahankan hub kalian. Kalian dulu yang mendekati jadi mereka bukan vans kalian. Kalian tidak boleh dan tidak bisa menganggap orang yang kalian dekati adalah vans untuk hub kalian. Karena itu menyakiti hati orang lain. Carilah kebersamaan yang bahagia tanpa harus mengorbanlan hati danperasaan orang lain. Karena tak akan ada yang mengingkan hal itu
Diberi harapan kemudian di jatuhkan itu memmiliki rasa sakit yang tiada tara dan sulit untuk disembuhkan. Semoga kalian menyadari itu.
Terimakasih pernah singgah dan memeberi hati namun kemudian kau pergi, meskipun begitu itulah pengalaman di hidupku yang paling berarti.
Thanks for everithing DA

Jumat, 08 April 2016

CURAHAN HATI

awal perkenalan kita berjalan sebaai teman, saling curhat, hingga tumbuh rasa cinta 
muncul kata-kata yang disebut baper karena semua perhatian yang kamu beri untukku
selalu merasa kangen jika tidak melihatmu, karena sudah terbiasa dengan kebersamaan kita sehari-hari di sekolah hahaha

ingatkah kamu dengan kata-kata yang aku kirim untukmu? kamu menjadi sebuah vitamin dan hal yang selalu aku butuhkan dan aku rindukan sebagai penyemangat di hidupku.


hingga aku tahu kamu sudah memiliki pasangan, aku mengumpulkan kebeanian dalam hati untuk mematahkan hati yang baru berkembang.
 menghadapi sikapmu yang terkadang selalu berubah tapi entah kenapa aku selalu bertahan mencintaimu dan gagal untuk menjauhimu
tapi, semenjak kejadian itu, setelah ultahmu tgl 16 februari, semuanya semakin berubah ;'(

seakan kata-kata tersebut mewakili sikapmu kepadaku. entah bagaimana sebenarnya akupun tidak dapat memahamimu.
hingga aku selalu berusaha untuk biasa saja dengan sikapmu yang selalu berubah itu, entah memang dari hatimu atau hanya memanfaatkanku. hanya ada beberapa pesanku untukmu
aku merasa dikecewakan. merasa hanya dimanfaatkan ketika dibutuhkan. tapi aku tetap tidak bisa menolak permintaanmu. aku merasa sangat bodoh tapi sungguh sulit mensinkronkan hati dan pikiran ini. 

 hingga aku selalu bertanya apa maksudmu selama ini denny? aku wanita yang ingin bahagia. yang selalu ingin memahami dan meyayangimu setulus hati tapi selalu kamu perlakukan aku dengan hal yang sulit untuk di pahami.


 I NEED YOU MORE THAN YOU KNOW!!!! ;'(

informasi jurusan, jalur masuk PTN UR, jadwal daftar dan passing rade UR tahun 2016

Pada kesempatan ini admin web akan memberikan informasi mengenai Pendaftaran Mahasiswa Baru UNRI 2016/2017. Informasi ini disampaikan dengan harapan dapat memberikan panduan kepada anda dalam melakukan proses pendaftaran. Ayo simak informasinya berikut ini.

Universitas Riau yang biasa disingkat UNRI atau UR adalah Perguruan Tinggi Negeri yang berada di kota Pekanbaru yang kampusnya beralamatkan di Kampus Bina Widya, Jl. HR Subantas KM 12,5 , Simpang Baru, Tampan, Pekanbaru, Riau, Indonesia.
Universitas Riau (UNRI) didirikan pada 25 September 1962. Pada mulanya Universitas Riau ini merupakan yayasan yang dibangun oleh masyarakat dan pemerintah daerah Riau. Universitas Riau sekarang menjadi salah satu universitas yang terkemuka di Indonesia.

Fakultas dan Program Studi yang ada di Universitas Riau (UNRI), yaitu :
Fakultas dan Prodi jenjang Diploma dan Sarjana
  • Fakultas Kedokteran : S1 Pendidikan Dokter
  • Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik : S1 Administrasi Negara, S1 Administrasi Niaga, S1 Ilmu Pemerintahan, S1 Ilmu Hubungan Internasional, S1 Sosiologi, S1 Ilmu Komunikasi, D4 Pariwisata
  • Fakultas Teknik : S1 Teknik Sipil, S1 Teknik Kimia, S1 Teknik Mesin, S1 Teknik Elektro, S1 Teknik Lingkungan, S1 Teknik Arsitektur, S1 Teknik Informatika, D3 Teknik Sipil, D3 Teknik Kimia, D3 Teknik Mesin, D3 Teknik Elektro
  • Fakultas Hukum : S1 Ilmu Hukum
  • Fakultas Ekonomi : S1 Akuntansi, S1 Manajemen, S1 Ekonomi Pembangunan, D3 Akuntansi, D3 Perpajakan
  • Fakultas Pertanian : S1 Agroteknologi, S1 Agribisnis, S1 Teknologi Hasil Pertanian, S1 Kehutanan
  • Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam : S1 Matematika, S1 Fisika, S1 Kimia, S1 Biologi, S1 Sistem Informasi, D3 Manajemen Informatika, D3 Kimia Terapan.
  • Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan : S1 Teknologi Hasil Perikanan, S1 Sosial Ekonomi Perikanan, S1 Manajemen Sumberdaya Perairan, S1 Budidaya Perairan, S1 Pemanfaatan Sumberdaya Perairan, S1 Ilmu Kelautan.
  • Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan : S1 Pendidikan Biologi, S1 Pendidikan Fisika, S1 Pendidikan Kimia, S1 Pendidikan Matematika, S1 Pendidikan Bahasa Inggris, S1 Pendidikan Bahasa Indonesia, S1 Pendidikan Bahasa Jepang, S1 Pendidikan Ekonomi, S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, S1 Pendidikan Sejarah, S1 Pendidikan Luar Sekolah, S1 Pendidikan Konseling, S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, S1 Pendidikan Anak Usia Dini, S1 Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga
  • Program Studi Ilmu Keperawatan : S1 IlmuKeperawatan
Program pascasarjana UNRI
  • S3 Ilmu Lingkungan, S2 Ilmu Lingkungan, Manajemen Strata Dua, Magister Sosiologi, Ilmu Administrasi, Ilmu Politik, Magister Akuntansi, Magister Kimia, Magister Manajemen Pendidikan, Magister Agribisnis, Magister Ilmu Pertanian, Magister Matematika, Magister Teknik Sipil, Magister Teknik Kimia, Magister Ilmu Kelautan, Magister Ilmu Hukum, Magister Fisika, Magister ILmu Ekonomi, Magister Pendidikan Ekonomi
Dari beberapa Fakultas dan Program studi yang telah disebutkan di atas, mungkin ada salah satu yang anda minati. Untuk itu silahkan daftarkan diri anda menjadi calon mahasiswa baru di UNRI
Pada tahun ini UNRI membuka penerimaan mahasiswa baru melalui jalur SNMPTN, SBMPTN, Jalur Mandiri, dan Bidikmisi. Simak pembahasan selengkapnya berikut ini.
A. Pendaftaran SNMPTN UNRI 2016/2017
SNMPTN merupakan jalur seleksi penerimaan calon mahasiswa baru yang dilakukan tanpa ujian tertulis. Seleksinya didasarkan pada prestasi akademik yang dimiliki siswa serta prestasi lainnya yang relevan. Prestasi akademik siswa dapat dilihat dari nilai rapor mulai dari kelas X sampai dengan kelas XII semester 1.
Pendaftaran SNMPTN dilakukan dengan 2 cara, yaitu (1) pengisian data di PDSS oleh Kepala Sekolah dan verifikasi oleh siswa, (2) Pendaftaran SNMPTN secara online oleh siswa melalui alamat website www.snmptn.ac.id
Lakukan pendaftaran melalui alamat tersebut dengan mengisi biodata diri anda sesuai formulir pendaftaran yang tersedia. Tata cara pendaftaran bisa dibaca disini. Saat memilih PTN, anda bisa memilih UNRI sebagai PTN pilihan utama yang anda minati.
Informasi lain yang anda butuhkan seperti persyaratan pendaftaran, jadwal pelaksanaan, jumlah pilihan PTN dan Program Studi, biaya seleksi, kriteria penerimaan, daftar PTN se-Indonesia, dan lain sebagainya dapat anda baca pada Pendaftaran Online SNMPTN.
B. Pendaftaran SBMPTN UNRI 2016/2017
SBMPTN disebut juga jalur alternative, mengapa? Karena peserta yang sebelumnya telah mengikuti seleksi jalur SNMPTN tetapi dinyatakan tidak lulus, maka bisa mengikuti seleksi jalur SBMPTN. Selain itu juga, bagi peserta yang sebelumnya tidak mendapatkan kesempatan untuk mengikuti seleksi jalur SNMPTN, maka bisa mengikuti seleksi jalur SBMPTN. Dengan demikian, maka SBMPTN bisa disebut sebagai jalur alternative masuk Perguruan Tinggi Negeri.
Pendaftaran SBMPTN dilakukan secara online. Alur pendaftarannya dijelaskan berikut ini.
  • Peserta melakukan pendaftaran tahap awal SBMPTN di www.sbmptn.or.id
  • Kemudian mencetak bukti pendaftaran awal
  • Membayar biaya seleksi di Bank BNI atau Mandiri
  • Kembali mengakses alamat www.sbmptn.or.id
  • Login menggunakan KAP dan PIN yang didapatkan dari Bank
  • Mengisi formulir pendaftaran secara lengkap dan benar.
Penjelasan lainnya seperti tata cara pendaftaran, persyaratan pendaftaran, jadwal pelaksanaan, jumlah pilihan PTN dan Program Studi, biaya seleksi, kriteria penerimaan, daftar PTN se-Indonesia, secara lengkap dapat anda baca pada Pendaftaran Online SBMPTN.
C. Pendaftaran Bidikmisi UNRI 2016/2017
Bidikmisi adalah sebuah program pemberian bantuan, yaitu bantuan biaya pendidikan dan biaya hidup yang diberikan kepada calon mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu serta memiliki prestasi akademik yang baik. Dengan bantuan tersebut, diharapkan calon mahasiswa dapat mengikuti pandidikan dengan baik dan harus selesai dengan tepat waktu.
Pendaftaran Bidikmisi dilakukan secara online melalui alamat bidikmisi.dikti.go.id. Peserta yang akan mendaftar harus mendapatkan rekomendasi dari Kepala Sekolah. Setelah mendapatkan reomendasi, maka peserta akan diberi kode akses pendaftaran yang dapat digunakan untuk login pendaftaran Bidikmisi.
Panduan pendaftaran, persyaratan pendaftaran, jadwal pelaksanaan, serta ketentuan lainnya dapat anda baca pada artikel lainnya yang berjudul Pendaftaran Online Bidikmisi.
D. Pendaftaran PBUD / PBM UNRI 2016/2017
Penelusuran Bibit Unggul Daerah / Penelurusan Bakat dan Minat Universitas Riau merupakan jalur undangan lokal yaitu jalur seleksi penerimaan calon mahasiswa baru yang diperuntukkan bagi seluruh lulusan SLTA (SMA/MA/SMK) yang ingin mendaftar di Universitas Riau. Hanya peserta yang mendapat undangan yang bisa mendaftarkan diri.
Informasi lainnya mengenai tata cara pendaftaran, jadwal atau hal lain yang ingin anda ketahui dapat anda baca pada alamat : http://pbud.unri.ac.id/.
E. Pendaftaran UM Mandiri UNRI 2016/2017
UM Mandiri UNRI atau Ujian Masuk Mandiri Universitas Riau adalah jalur seleksi mandiri yang diadakan secara lokal oleh panitia seleksi dalam rangka menyeleksi calon mahasiswa baru yang ingin masuk ke jenjang Diploma, Sarjana, dan Pascasarjana di Universitas Riau (UNRI).
Seleksi jalur UM Mandiri UNRI dilakukan melalui ujian tertulis yang diikuti oleh semua peserta. Persiapkan diri anda sebaik mungkin agar harapan anda untuk lulus seleksi bisa terwujudkan.
Anda dapat melakukan pendaftaran Ujian Masuk (UM) Mandiri untuk pilihan Pascasarjana S2 dan S3, Program Diploma 3 (D3), Program Tranfer Diploma (D3) ke S1. Informasi lengkap yang anda butuhkan dapat dibaca pada alamat : http://um.unri.ac.id/

SNMPTN 
Pendaftaran secara Online tanggal 17 Februari s/d 31 Maret.
Pengumuman Hasil Seleksi tanggal 27 Mei.
Pendaftaran Ulang ke Puskom tanggal 04 s/d 14 Jun.
SBMPTN 
Pendaftaran secara Online tanggal - Menyesuaikan www.sbmptn.or.id
Pengumuman Hasil Seleksi tanggal - Menyesuaikan www.sbmptn.or.id
Pendaftaran Ulang ke Puskom tanggal -  Menyesuaikan www.sbmptn.or.id
PBUD
Pendaftaran Secara Online tanggal 01 Februari s/d 29 Maret.
Pengumuman tanggal 27 Mei 2014.
Pendaftaran ulang ke Puskom tanggal 04 s/d 14 Juni 2014.

MANDIRI D3 dan Transfer Diploma ke S1

Pendaftaran secara Online tanggal 23 Juni s/d 18 Juli.
Ujian Tulis tanggal 23 Juni.
Pengumuman tanggal 26 Juli.
Pendaftaran Ulang ke Puskom tanggal 04 s/d 09 Agustus. 

Berikut Prediksi Passing Grade Universitas Riau
(UR) untuk tahun 2016 :
Passing Grade Kategori IPA
191013 Fisika - UNRI 24.5%
191021 Kimia 25.5%
191035 Matematika 26.4%
191043 Biologi 28.6%
191051 Manajemen Sumberdaya Perairan 22.2%
191065 Budidaya Perairan 22.1%
191073 Ilmu Kelautan 25.1%
191081 Teknologi Hasil Perikanan 23.4%
191095 Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan 24.1%
191102 Sosial Ekonomi Perikanan 22.4%
191116 Agroteknologi 24.5%
191124 Sosial Ekonomi Pertanian (Agribisnis) 26.4%
191132 Teknologi Hasil Pertanian 26.1%
191146 Kehutanan 23.4%
191154 Teknik Sipil 30.4%
191162 Teknik Kimia 33.4%
191176 Teknik Mesin 36.1%
191184 Teknik Elektro 34.1%
191192 Pend. Dokter 49.9%
191205 Ilmu Keperawatan 36.4%
191213 Pend. Matematika 32.1%
191221 Pend. Biologi 29.7%
191235 Pend. Fisika 24.7%
191243 Pend. Kimia 28.7%
191251 Teknik Lingkungan 32.4%
191265 Teknik Arsitek 33.1%
Passing Grade Kategori IPS
192015 Hubungan Internasional 36.2%
192023 Ilmu Pemerintahan 34.4%
192031 Ilmu Administrasi Negara 32.1%
192045 Ilmu Administrasi Niaga 28.1%
192053 Sosiologi 24.5%
192061 Ilmu Komunikasi 36.3%
192075 Pariwisata 25.1%
192083 Ekonomi Pembangunan 23.4%
192091 Manajemen 33.1%
192104 Akuntansi 36.4%
192112 Ilmu Hukum 32.7%
192126 Pend. Ekonomi 27.4%
192134 Pend. Pancasila & Kewarganegaraan (PPKn) 23.1%
192142 Pend. Sejarah 22.1%
192156 Pend. Bahasa, Sastra Indoneia & Daerah 29.7%
192164 Pend. Bhs. Inggris 31.4%
192172 Pend. Bahasa Jepang 24.5%
192186 Pend. Luar Sekolah 22.0%
192194 Bimbingan Konseling 26.1%
192201 Pend Jasmani Kesehatan & Rekreasi 22.1%
192215 Pend Kepelatihan Olahraga 22.8%
192223 PGSD 31.9%
192231 PAUD 29.4%

berbagi informasi, semoga bermanfaat. aamiin 

Rabu, 06 April 2016

the next story

kelanjutan dari cerita sebelumnya, setelah semakin intens komunikasi yang terjalin antara kita, semakin besar perasaan ini kepadamu.semua hal kita sudah saling tahu. hingga akhirnya aku putus dengan pasanganku karena aku tidak ingin menyakiti hati pasanganku sebelumnya dengan berselingkuh dibelakangnya walaupun hubungan kami saat itu juga sudah tidak baik. tapi karena aku memiliki perasaan cinta kepadamu, aku merasa telah menghianatinya dan memilih untuk putus dengannya. 
karena saat itu fitri harus pulang kampung, teman yang selalu membawakanmu makann, saat dia pergi akulah yang membawakanmu makanan. akupun lupa kenapa aku jadi membawakan makanan untukmu. bagaimana awal ceritanya aku lupa. tanpa disadari karena rasa sayang dan peduliku padamu, aku selalu membawakanmu makanan di sekolah. kita semakin dekat. kamu selalu cek hp ku, kamu selalu cemburu jika ada bm aku dengan cowok lain. begitu juga denganku, tapi aku masih belum mengerti dengan semua hubungan ini. dengan semua perhatian yang kamu beri dan semua hal itu. "betapa bahagianya aku memasuki masa JATUH CINTA". kebersamaan kita menjaga rukayah, si kecil yang cantik penyemangat di sekolah.


hingga sampai pagi itu, aku tugas piket di labor ipa dengan fitri, dan kamu tugas di TU. tapi kamu menyusul kami di labor IPA. pagi itu kita bercanda dengan teman yang lain sampai saat kamu cek hp ku dan cemburu kepadaku. kamu diamkan aku "sedihnya hatiku". sorenya, ada pertandingan voli guru di SMA Andalan, kamu bermain dengan guru yang lain. awalnya aku enggak mau datang karena kamu marah padaku di sekolah. tapi, karen afitri mengajak untuk datang akupun menemaninya. hampir maghrib acara voli baru selesai, akhirnya kita memutuskan untuk mampir ke rumahmu. saat itu pas malam minggu. setelah sholat maghrib dan menunggu kamu mandi, kita memutuskan untuk pergi makan di ayam kecap. setelah itu kita memutuskan untuk pergi jalan dan nongkrong di board game ("masih ingatkah kamu hari itu?").

begitulah kedekatan kota berlanjut, sampai jam 10, barulahkita pulang. namun pas kita mau pulang ternyata hujan jadi kita memutuskan untuk menunggu hujan reda dengan menulis catatan kecil untuk ditempel di tempat itu sambil berfoto
setelah menempel tulisan itu, kita pulang dengan keadaan grimis. sungguh semua kenangan itu enggak mungkin lupa. ingatkah kamu saat kita sering piket bersama dan saat aku piket di uks sakit perut karena haid? kamu mau menungguku, disampingku, menjagaku yang sakit perut dengan setia. apa sebenarnya maksud semua perlakuanmu itu denny? setelah saati itu kita sering pergi jalan berdua. kamu sering datang ke kos ku. ingatkah pas malam itu kita jalan? malam minggu kita datang ke kos fitri dengan membawa bakso ikan patin dan membeli nasi goreng untukmu. kita sering melakukan banyak hal bersama. kamu memintaku untuk menemani membeli cat saat membuatlapangan, memebeli baju, kita pergi nonton berdua dan lain sebagainya. kamu memeberiku bunga saat mengajar di kelas VII, yang kamu curi bunga itu dari ruang buk lesi hahaha dan kamu kasi ke anak-anak, kamu suruh untuk memberi bungan itu kepadaku. so sweet betapa bahagianya hatiku bercampur malu karena disorakin anak-anak mendapat kiriman bunga darimu. walaupun bunga curian hihi. sampai-sampai semua anak-anak di sekolah mengira kita pacaran karena dimana ada aku, ada kamu saking dekatnya kita. sampai waktunya untuk kita perpisahan dari sekolah itu dengan semua kenangan kebersamaan yang ada. oh iya ingatkah kamu gimana marah dan cemburunya kamu kalau aku dekat dengan anak-anak cowok kelas IX haha padahal hanya dekat biasa dengan anak-anak itu,


saat kebersamaan terakhir kita hari itu, namun tidak dengan kelanjutan cerita kita. cerita kita tetap berlanjut dengan kerumitan dan semua dramanya.

Selasa, 05 April 2016

proposal SM MANFAAT EKSTRAK BUAH MENGKUDU (MORINDA CITRIFOLIA) TERHADAP PATOGENISISTAS BDB (Blood desease bacterium) PADA BUAH PISANG (Musa sp)









PROPOSAL SKRIPSI



MANFAAT EKSTRAK BUAH MENGKUDU (MORINDA CITRIFOLIA) TERHADAP PATOGENISISTAS BDB (Blood desease bacterium) PADA BUAH PISANG (Musa sp)


 
 

OLEH :
IRCHAMNIL LUTFI
1205113124



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS RIAU
2016
 




BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Tanaman pisang berpotensi dikembangkan dalam memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri ataupun ekspor. Tanaman pisang dapat tumbuh dan berkembang pada berbagai kondisi dari dataran rendah beriklim basah seperti  di Sumatera dan Kalimantan, sampai ke dataran tinggi beriklim lebih kering di daerah Indonesia bagian timur. Budidaya tanaman pisang memiliki beberapa kendala serius karena adanya epidemi dari patogen. Salah satu patogen yang menyerang tanaman pisang adalah jenis bakteri Ralstonia solanacearum yang dapat menyebabkan penyakit darah dan tanaman layu. Secara internasional, bakteri patogen tersebut dikenal dengan BDB (Blood desease bacterium).
Menurut (Rustam dalam Ratri 2013), Mekanisme penularan BDB umumnya melalui serangga polinator pada bunga pisang. Bakteri yang terbawa serangga kemudian melakukan penetrasi pada nektartoda atau luka pada bunga pisang yang tidak menjadi buah, BDB dapat pula menginfeksi melalui perakaran.
Gejala penyakit darah pada tanaman pisang ditunjukkan oleh pelepah daun melemah kemudian patah pada bagian pangkalnya sehingga daun terlihat patah menggantung. Warna daun menjadi kuning kemudian nekrosis dan kering. Kulit buah sering tampak normal. Kadang-kadang ada yang tampak kuning terlalu awal dan menghitam. Kalau buah dipotong, bagian dalam buah akan berwarna merah kecoklatan atau menjadi busuk berlendir. Kelayuan pada daun diawali dengan daun menguning dan mati,pada tanaman muda terjadi kelayuan menyeluruh (Edy dalam Ratri 2013)  
BDB pada tanaman pisang menyebabkan penurunan produksi pisang sebanyak 20-100%, sehingga perlu dilakukan pengendalian. Penggunaan antibakteri dari ekstrak tanaman menjadi alternatif dalam pengendalian yang lebih aman, efektif dan efisien dibanding menggunakan bahan kimia.
Tanaman mengkudu mengandung senyawa bersifat antibakteri yaitu antrakuinon, alkaloid (Rukmana dalam Husna et all.,  2014), flavonoid, acubin dan alizarin (Bangun dan Sarwono, 2002) yang mampu melawan mikroorganisme patogen. Potensi yang dimiliki mengkudu sebagai antibakteri diharapkan dapat menjadi suatu kajian penelitian yang menarik jika diuji pada patogen tanaman khususnya BDB dalam bentuk ekstrak dari buah mengkudu.
Berdasarkan hal tersebut maka, peneliti tertarik untuk membahas “Manfaat ekstrak buah mengkudu (Morinda citrifolia) terhadap patogenisistas BDB (Blood Desease Bacterium) pada buah pisang (Musa sp)”.
B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat dibuat rumusan masalah  yaitu “bagaimanakah manfaat ekstrak buah mengkudu (Morinda citrifolia) sebagai antibakteri terhadap patogenisitas BDB (Blood Desease Bacterium) pada buah pisang (Musa sp)”?
C.     Tujuan Penulisan Makalah
Makalah ini bertujuan untuk  mengetahui manfaat ekstrak buah mengkudu (Morinda citrifolia) sebagai antibakteri terhadap patogenisitas BDB (Blood Desease Bacterium) pada buah pisang (Musa sp).
D.    Manfaat Penulisan Makalah
Hasil penulisan makalah ini mampu memberikan informasi mengenai manfaatan ekstrak buah mengkudu (Morinda citrifolia) sebagai antibakteri terhadap patogenisistas BDB (Blood Desease Bacterium) pada buah pisang (Musa sp)


BAB II
PEMBAHASAN
A.    Biologi Tanaman Pisang (Musa sp)
Tanaman pisang berpotensi dikembangkan dalam memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri ataupun ekspor. Tanaman pisang dapat tumbuh dan berkembang pada berbagai kondisi dari dataran rendah beriklim basah seperti  di Sumatera dan Kalimantan, sampai ke dataran tinggi beriklim lebih kering di daerah Indonesia bagian timur.
Secara umum, tanaman pisang dapat tumbuh baik di dataran rendah hingga dataran tinggi dengan ketinggian 100 m dari permukaan laut. Tanaman pisang  senang hidup di tempat yang tanahnya lembab dan terbuka - mudah terkena sinar matahari. Pisang mempunyai batang semu yang tersusun atas tumpukan pelepah daun yang tumbuh dari batang bawah tanah sehingga mencapai ketebalan 20-50 cm. Daun yang paling muda terbentuk dibagian tengah tanaman, keluarnya menggulung dan terus tumbuh memanjang, kemudian secara progresif membuka.


Description: pisang%20copy
 













Gambar 2.1 Morfologi tanaman pisang (Musa sp)
Sumber: Arnold 2011
Tanaman pisang (Musa sp) dapat di klasifikasikan sebagai berikut:
Kingdom         : Plantae (Tumbuhan)
Super Divisi    : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi               : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas               : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Ordo                : Zingiberales
Famili              : Musaceae (suku pisang-pisangan)
Genus              : Musa
Spesies            : Musa sp
Sumber: plantamor
Berikut ciri-ciri tanaman pisang :
1.    Daun dan Batang
Daun tanaman pisang lebar dan panjang, tulang daun besar, dan tepi daun tidak mempunyai ikatan yang kompak sehingga mudah robek jika terkena angin kencang. Batang berbonggol banyak mata tunas yang dapat menjadi tunas anakan.
2.    Bunga
Bunga pisang keluar pada ujung batang dan hanya sekali berbunga selama hidupnya. Bunga pisang disebut jantung karena bentuknya seperti jantung. Jantung ini berwarna merah tua, tetapi ada pula yang berwarna kuning dan ungu. Setiap jantung terdiri atas satu atau banyak bakal buah (sisir). Setiap sisir dilindungi oleh sebuah daun kelopak. Bunganya sempurna, tetapi pada ujung jantung umumnya berbunga jantan. Satu persatu akan mekar dan tampak sisirnya. Ujung jantung tidak mekar sehingga tersisa jantungnya.
3.    Buah
Terjadinya penyerbukan pada buah pisang, yaitu dengan bantuan serangga penyerbuk, tetapi umumnya tepung sari tidak terlalu subur. Oleh karena itu, banyak pisang yang tidak berbiji.
4.    Akar
Akar pada tanaman pisang berupa akar serabut yang banyak, tetapi lunak.
B.     Biologi Buah Mengkudu (Morinda citrifolia L)
Tanaman ini tumbuh di dataran rendah hingga pada ketinggian 1500 m. Tinggi pohon mengkudu mencapai 3-8 m, memiliki bunga bongkol berwarna putih. Buahnya merupakan buah majemuk, yang masih muda berwarna hijau mengkilap dan memiliki totol-totol, dan ketika sudah tua berwarna putih dengan bintik-bintik hitam.
Description: daunmengkudu
Gambar 2.2 Buah mengkudu
Sumber : Encik 2010
Tanaman mengkudu (Morinda citrifolia) dapat di klasifikasikan sebagai berikut:
Kingdom         : Plantae (Tumbuhan)
Divisi               : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas               : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas        : Asteridae
Ordo                : Rubiales
Famili              : Rubiaceae (suku kopi-kopian)
Genus              : Morinda
Spesies            : Morinda citrifolia L
Sumber: plantamor
Tanaman mengkudu mengandung senyawa bersifat antibakteri yaitu antrakuinon, alkaloid (Rukmana, 2002 dalam Husna et all., 2014), flavonoid, acubin dan alizarin (Bangun dan Sarwono, 2002 dalam Husna et all.,  2014) yang mampu melawan mikroorganisme patogen. Efek menghambat pertumbuhan  bakteri  dari  ekstrak  mengkudu  diduga  berkaitan dengan senyawa fenol yang dikandungnya.
Senyawa fenol merupakan senyawa yang  tersebar luas sebagai  zat  warna alam yang menyebabkan warna pada  bunga,  kayu,  buah.  Senyawa  fenol  yang  terdapat  pada  buah  mengkudu berkisar  antara 5,94 – 36,52g/ 100g material  kering (Rohman,  et  al).  Volk dan Wheeler  (1984),  Pelczar  dan  Reid  (1988)  menyatakan  bahwa  fenol  mampu melakukan migrasi dari fase cair ke fase lemak yang terdapat pada membran sel menyebabkan  turunnya  tegangan  permukaan  membran  sel  (Rahayu,  2000 dalam K. Widyani 2011). Selanjutnya mendenaturasi protein dan mengganggu fungsi membran sel sebagai lapisan yang selektif, sehingga sel menjadi lisis (Jawetz et all., 2008).
Oleh karena itu  fenol  berperan  sebagai  senyawa  antibakteri.  Senyawa  fenol  yang  terdapat dalam mengkudu  diantaranya  adalah  antraquinon,  acubin  dan  alizarin.  Ketiga senyawa ini mengandung zat antibakteri (Bangun dan Sarwono, 2002 dalam Husna et all., 2011)

C.    Biologi BDB (Blood desease bacterium)
Bakteri penyebab layu dan penyakit darah atau “Blood Disease Bacterium” tersebut di Indonesia awalnya dikenal dengan nama Pseudomonas celebencis, lalu berubah menjadi Pseudomonas solanacearum,  kemudian berganti menjadi Ralstonia solanacearum setelah ditetapkan bahwa bakteri ini masuk dalam genus Ralstonia (Fegan 2005 dalam N eddy, 2011).
Hasil identifikasi dari serangkaian  uji fisiologi dan biokimia terhadap BDB sesuai karakteristik Ralstonia yang dilaporkan Schaad et all., .(2001) (dalam Husna et all.,  2014) adalah sebagai berikut:


Tabel 2.1 Hasil Uji Fisiologi dan Biokimia BDB
Uji Fisiologi dan Biokimia
Reaksi
Reaksi
(Schaad et all.,  2001)
Uji KOH 3%
+
+
Uji pengecatan gram
+
+
Uji oksidatif-fermentatif
-
-
Pigmen Fluoresen pada Media King’s B
-
-
Pertumbuhan pada media YDC
-
-
Pertumbuhan pada D1M Agar
-
-
Pengujian pada Media Arginin
-
-
Pertumbuhan pada Suhu 40oC
-
-
Hasil uji KOH setelah BDB dicampur dengan larutan KOH 3% terdapat  lendir berwarna  putih  saat suspensi BDB diangkat dengan ose sehingga diketahui bahwa BDB merupakan bakteri Gram negatif. Hal tersebut sesuai dengan Schaad dkk. (2001) bahwa pada pengujian KOH bakteri Gram negatif menjadi berlendir jika ose diangkat, sedangkan bakteri Gram positif tidak berlendir.
Pada uji pewarnaan Gram, setelah diamati dengan mikroskop koloni BDB berwarna merah. Berdasarkan Schaad dkk. (2001) hasil uji Gram dengan teknik pewarnaan untuk bakteri Gram positif berwarna ungu sampai biru kehitaman, sedangkan Gram negatif berwarna merah.
Menurut Schaad dkk (2001) pengamatan dilakukan dengan melihat perubahan warna media dari warna biru menjadi kuning pada tabung yang tidak dilapisi water agar tetapi tidak terjadi perubahan  warna  pada  tabung  yang dilapisi water agar.
BDB    ditumbuhkan    pada    media Kings B dan inkubasi selama 24 jam, setelah diamati di bawah sinar UV terlihat tidak berpendar hijau kekuningan. Hal tersebut menunjukkan BDB tidak mengeluarkan pigmen fluorescent. Berdasarkan Schaad dkk (2001) adanya pigmen fluorescent setelah bakteri ditumbuhkan pada medium Kings B menunjukkan bahwa bakteri termasuk golongan Pseudomonas fluorescens.
Hasil  pengujian  pertumbuhan  pada media YDC menunjukkan koloni BDB yang diinkubasi selama 48 jam berwarna putih. Berdasarkan Schaad dkk. (2001) untuk genus Ralstonia, Agrobacterium, Acidovorax  dan  Burkholderia  koloni bakteri tidak berwarna kuning pada media YDC.
Bakteri  uji  yang  diinkubasi  pada media D1M agar   selama 48 jam tidak menunjukkan adanya pertumbuhan pada media,  hanya terlihat  goresan  awal  pada saat streak bakteri pada media. Menurut Schaad dkk. (2001) bakteri yang dapat tumbuh pada media ini menunjukkan hasil positif, yaitu jenis bakteri dari genus Agrobacterium. sedangkan bakteri genus Acidovorax, Burkholderia, dan Ralstonia tidak mampu tumbuh pada media D1M agar.
Hasil pengujian pada media arginin menunjukkan bahwa pada kondisi media yang dilapisi water agar tidak terjadi perubahan warna media, media tetap berwarna orange setelah7 hsi. Berdasarkan Lelliot dan Steade (1987) reaksi   positif pengujian pada media arginin apabila terjadi perubahan warna media menjadi merah muda. Menurut Schaad dkk. (2001) bakteri dari genus Burkholderia mampu menunjukkan reaksi positif jika diuji pada media  arginin.  Dengan  demikian pengujian tersebut menunjukkan bahwa BDB tidak dapat tumbuh pada media berbahan arginin.Sehingga dapat diketahui bahwa BDB tidak termasuk dalam genus Burkholderia.
Pengujian  pertumbuhan  pada  suhu 40oC  dilakukan untuk membedakan genus Ralstonia dengan genus Acidovorax. Pada perlakuan   suhu   40oC   dan   diinkubasi selama 24 jam BDB  tidak mampu tumbuh pada media. Berdasarkan Schaad dkk. (2001) genus Acidovorax mampu memberikan reaksi positif yaitu mampu tumbuh jika diberi perlakuan suhu 40oC, sedangkan untuk genus Ralstonia tidak mampu tumbuh pada perlakuan suhu 40oC. Sehingga  dapat   diketahui   bahwa  BDB tidak termasuk dalam genus Acidovoraxdan merupakan salah satu spesies dalam genus Ralstonia.
Hasil identifikasi tersebut dapat dijadikan dasar bahwa BDB yang diisolasi dari buah pisang yang bergejala busuk coklat kemerahan termasuk salah satu spesies dalam genus Ralstonia.
Ralstonia solanacearum merupakan bakteri patogen tular tanah yang menjadi faktor pembatas utama dalam produksi berbagai jenis tanaman di dunia. Bakteri ini tersebar luas di daerah tropis, sub tropis, dan beberapa daerah hangat lainnya. Spesies ini juga memiliki kisaran inang luas dan dapat menginfeksi ratusan spesies pada banyak famili tanaman yang mempunyai arti penting dalam ekonomi (Olson, 2005 dalam Anonim, 2013).
Berdasarkan kisaran inangnya, Ralstonia solanacearum dikelompokkan menjadi 5 ras. Ras 1 menyerang tanaman tembakau, tomat dan famili solanaceae lainnya, ras 2 menyerang tanaman pisang, ras 3 menyerang tanaman kentang, ras 4 menyerang tanaman jahe, dan ras 5 menyerang tanaman mulberry (Danny dan Hayward, 2001 dalam Anonim, 2013).
Menurut Agrios (2005) (dalam Anonim 2013), Ralstonia solanacearum diklasifikasikan sebagai berikut:
Kingdom         : Prokaryotae
Divisi               : Gracilicutes
Subdivisi         : Proteobacteria
Famili              : Pseudomonadaceae
Genus              : Ralstonia
Spesies            : Ralstonia solanacearum
Description: Description: http://www.monografias.com/trabajos73/bacteriologia-anaerobica-practica/image012.jpg
Gambar 2.3 bakteri Ralstonia solanacearum
Sumber: anonimous 2015
Ralstonia solanacearum adalah spesies yang sangat kompleks. Hal ini disebabkan oleh variabilitas genetiknya yang luas dan kemampuannya untuk beradaptasi dengan lingkungan setempat, sehingga di alam dijumpai berbagai strain Ralstonia solanacearum dengan ciri yang sangat beragam. Ditinjau dari segi morfologi dan fisiologinya, Ralstonia solanacearum merupakan bakteri gram negatif, berbentuk batang dengan ukuran 0,5-0,7 x 1,5-2,5 μm, berflagela, bersifat aerobik, tidak berkapsula, serta membentuk koloni berlendir berwarna putih (Tim Penulis Penebar Swadaya, 2003 dalam Anonim, 2013). Bakteri ini menginfeksi akar tanaman melalui luka yang terjadi secara tidak langsung pada waktu proses pemindahan tanaman maupun luka akibat tusukan nematoda akar, dan secara langsung masuk ke dalam bulu akar/akar yang sangat muda dengan melarut dinding sel. Infeksi secara langsung lebih banyak terjadi jika populasi bakteri di tanah terdapat dalam jumlah yang tinggi (Rustam, 2007 dalam Husna 2014).
Ralstonia solanacearum menghasilkan polisakarida extraseluler (Extracelluler polysaccharide=EPS). Produksi EPS mempunyai peranan penting dalam patogenisitas dan virulensi bakteri patogen tanaman. Senyawa ini mempengaruhi kondisi ruang antar sel dalam tanaman sehingga cocok untuk perkembangan bakteri.  Peranan EPS dalam infeksi patogen dan inang telah dilaporkan anatara lain: mencegah pengenalan bakteri pada tanaman inang, perubahan penggunaan karbohidrat dan membatasi pergerakan air. (Abazar,2004 dalam Anonimus 2013).

D.    BDB (Blood Desease Bacterium) pada tanaman Pisang (Musa sp)
BDB (Blood Desease Bacterium) mempengaruhi tanaman pisang dan pisang raja di Indonesia serta menyebabkan penurunan produksi penting di banyak tempat di negara tersebut.  Suatu perubahan warna coklat kemerah-merahan dari jaringan vaskular dan buah merupakan gejala khas penyakit tersebut. Agen penyebab blood disease aslinya dinamakan Pseudomonas celebensis, namun uraiannya belum cukup berdasarkan standar modern.  Bakteri tersebut dipercaya berkaitan erat dengan Ralstonia solanacearum, agen penyebab penyakit layu pada berbagai tanaman, termasuk pisang (Baharuddin, 2007).
Hasil uji patogenisitas pada buah pisang menunjukkan gejala perubahan warna menjadi cokelat kemerahan pada daging buah dan terdapat lendir berwarna merah. Hal tersebut sesuai dengan Devi (2013) bahwa hasil uji patogenisitas BDB pada buah pisang menunjukkan gejala perubahan warna kuning hingga kecoklatan serta menimbulkan warna merah pada daging buah.
Description: Picture18
Gambar 2.4 Tanaman dan buah pisang terinfeksi BDB
Mekanisme penularan BDB umumnya melalui serangga polinator pada bunga pisang. Bakteri yang terbawa serangga kemudian melakukan penetrasi pada nektartoda atau luka pada bunga pisang yang tidak menjadi buah, BDB dapat pula menginfeksi melalui perakaran (Rustam, 2007 dalam Devi 2013). Bakteri masuk kedalam jaringan akar tanaman melalui lubang alami, luka buatan akibat alat pertanian, maupun luka akibat tusukan stilet nematoda. Gejala penyakit darah pada tanaman pisang ditunjukkan oleh pelepah daun melemah kemudian patah pada bagian pangkalnya sehingga daun terlihat patah menggantung. Warna daun menjadi kuning kemudian nekrosis dan kering. Kulit buah sering tampak normal. Kadang-kadang ada yang tampak kuning terlalu awal dan menghitam. Kalau buah dipotong, bagian dalam buah akan berwarna merah kecoklatan atau menjadi busuk berlendir. Kelayuan pada daun diawali dengan daun menguning dan mati, pada tanaman muda terjadi kelayuan menyeluruh (Edy, 2008 dalam Devi 2013).

E.     Manfaat Ekstrak Mengkudu (Morinda citrifolia) terhadap patogenisitas BDB (Blood Desease Bacterium) pada tanaman Pisang (Musa sp)
Uji sensitivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar menggunakan lubang sumuran. Media yang digunakan adalah media NA. Uji sensitivitas antibakteri menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan enam macam perlakuan yaitu  ekstrak  buah  30%,  ekstrak  buah 60%,  ekstrak  buah  90%,  Perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Kontrol terdiri dari aquades, alkohol 96%, dan streptomisin.
Uji penekanan pertumbuhan BDB dilakukan dengan menginjeksikan 1000 µl antibakteri. Uji penekanan pertumbuhan BDB pada buah pisang menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan enam perlakuan yaitu kontrol (BDB) aquades, alkohol, streptomicin, ekstrak buah 30%, ekstrak buah 60% dan ekstrak   buah   90%.   Perlakuan   diulang sebanyak 3 kali, dan diukur dengan jangka sorong.
1.      Uji Sensitivitas Antibakteri
Pengujian sensitivitas antibakteri menggunakan 4 perlakuan. Dimana A adalah ekstrak buah mengkudu, B adalah aquades sebagai kontrol, C adalah Alkohol dan D adalah Streptomisin. Seperti terlihat pada gambar berikut:
 A              D                                A                 D                            A                 D

       B                   C                              B                  C                            B                C


        Ekstrak 30%                          Ekstrak 60%                         Ekstrak 90%
         
        A                 D                            
A                    D                            A                   D

        B                C                                  B                    C                             B                  C


     Ekstrak 30%                          Ekstrak 60%                         Ekstrak 90%

Gambar 2.5 Perbandingan hasil uji sensitivitas antibakteri (pengamatan hari pertama).
Keterangan: A: ekstrak buah mengkudu, B: aquades, C: alkohol, D:streptomisin.
Pada kontrol aquades tidak terdapat zona hambat disekeliling lubang sumuran, sehingga pemberian aquades tidak berpengaruh terhadap penghambatan BDB. Pada kontrol alkohol zona hambat yang terbentuk tidak berbeda nyata dengan perlakuan kontrol aquades. Hal tersebut menunjukkan pelarut yang digunakan untuk pembuatan ekstrak tidak berpengaruh sebagai antibakteri terhadap BDB. Sedangkan kontrol streptomisin mampu menghasilkan zona hambat pertumbuhan BDB.
Pada pengujian sensitivitas antibakteri setelah dianalisis menggunakan uji Duncan taraf kesalahan 0,05 menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata antara perlakuan ekstrak buah mengkudu jika dibandingkan dengan kontrol aquades, alkohol dan streptomisin (Tabel 2).
Tabel  2.2 Penghambatan ekstrak buah mengkudu terhadap pertumbuhan BDB
Perlakuan
Rerata zona hambat ekstrak terhadap BDB pada pengamatan hingga hari ketiga (mm)
1
2
3
Kontrol aquades
0.00 a
0.00 a
0.00 a
Kontrol alkohol
2.10 ab
0.00 a
0.00 a
Kontrol streptomisin
28.43 f
24.40 d
23.30 d
Ekstrak buah 30%
11.70cd
10.57 bc
9.87 bc
Ekstrak buah 60%
17.73 de
13.17 bc
12.40bc
Ekstrak buah 90%
22.10ef
16.93  c
15.40c
Keterangan: angka disertai huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan tidak terdapat beda nyata pada perlakuan

Perlakuan ekstrak buah 30%, 60% dan 90% mampu menghasilkan zona hambat pertumbuhan BDB. Pada perlakuan ekstrak buah 90% mampu menghasilkan zona hambat lebih lebar jika dibandingkan dengan ekstrak buah 30% dan 60% yaitu sebesar 22.10 mm. Penggunaan ekstrak buah 90% lebih baik dalam menekan pertumbuhan BDB. Hal tersebut menunjukkan semakin tinggi konsentrasi ekstrak yang maka zona hambat yang terbentuk semakin lebar.
Sesuai dengan Ajizah (2004) dalam Husna et all., (2014) bahwa semakin pekat konsentrasi suatu ekstrak maka senyawa metabolit sekunder yang terkandung di dalamnya akan semakin banyak sehingga memberikan pengaruh terhadap diameter zona hambat yang terbentuk.
Ekstrak buah mengkudu lebih efektif untuk menekan pertumbuhan BDB. Berdasarkan Rukmana (2002) dalam Devi (2013). Buah  mengkudu mengandung zat yang berfungsi sebagai antibakteri yaitu senyawa antrakuinon dan alkaloid. Senyawa lain yang bersifat antibakteri pada buah mengkudu adalah flavonoid, alizarin dan acubin (Bangun dan Sarwono, 2002 dalam Husna et all.,  2014). Zat antibakteri ini diduga dapat menghambat pertumbuhan bakteri patogen seperti BDB.
Berdasarkan  Dani et all., . (2010) lebar zona hambat dari ekstrak tanaman semakin lama semakin mengalami penurunan, hal ini menunjukkan efektifitas zat antibakteri yang terkandung juga semakin menurun.
2.      Uji Penekanan Pertumbuhan BDB pada Buah Pisang

Uji penekanan pertumbuhan BDB dilakukan dengan menginjeksikan 1000 µl antibakteri yang disertai inokulasi suspensi BDB 500 µl pada kerapatan 8,2x1010 cfu/ml.seperti pada gambar  berikut:

                                                                                                            awal
        
                                                                                                                   akhir
               Kontrol (BDB)                         Aquades                    

















                       Alkohol                                  Streptomisin










 





       Ekstrak buah 90%                Ekstrak buah 60%            Ekstrak buah 30%

Gambar 2.6 Hasil uji penekanan pertumbuhan BDB pada buah pisang setelah tiga hsi.
Sumber: Baroroh et all., Uji efektivitas antibakteri ekstrak buah mengkudu
Pada uji penekanan pertumbuhan BDB pada buah pisang, setelah  dianalisis menggunakan uji Duncan taraf kesalahan 0,05 menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata pada perlakuan streptomisin dan perlakuan ekstrak buah 90% (Tabel 3).
Tabel 3. Hasil Uji Penekanan Pertumbuhan BDB pada Buah Pisang

Perlakuan
Rerata Presentase Panjang Plasenta Buah yang Terserang BDB
Kontrol (BDB)
50.91 c
Aquades
52.48 c
Streptomisin
0 a
Alkohol 96%
41.05 c
Ekstrak buah 30%
43.08 c
Ekstrak buah 60%
40.79 c
Ekstrak buah 90%
18.13 b
Keterangan: angka disertai huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan tidak terdapat beda nyata pada perlakuan

Pada kontrol tingkat kerusakan plasenta buah pisang memiliki presentase sebesar 50,91%. Gejala yang ditimbulkan adanya perubahan warna coklat kemerahan mengikuti panjang plasenta pisang.
Pada perlakuan pemberian aquades yang disertai inokulasi BDB memiliki tingkat kerusakan plasenta yang tidak berbeda nyata dengan kontrol. Begitu juga dengan perlakuan alkohol tingkat kerusakan plasenta buah tidak berbeda nyata dengan perlakuan kontrol. Perlakuan streptomisin memiliki tingkat kerusakan plasenta buah yang berbeda nyata dengan kontrol. Pada perlakuan streptomisin gejala yang muncul yaitu adanya warna coklat pudar pada tepi plasenta buah, sedangkan pada plasenta buah masih berwarna putih tanpa ada perubahan warna. Berdasarkan Flanagan (2004 dalam Husna et all.,  2014) streptomisin bersifat bakterisida untuk organisme yang peka dengan cara penghambatan sintesis protein.  
Perlakuan ekstrak buah konsentrasi 90% tingkat kerusakan yang dihasilkan berbeda nyata dengan perlakuan kontrol. Tingkat kerusakan yang dihasilkan relatif kecil yaitu sebesar 18,13%. Gejala yang muncul adalah adanya warna coklat muda pada sekeliling plasenta buah yang merupakan persebaran ekstrak dan adanya warna coklat kehitaman tipis dibagian tepi ekstrak yang diduga BDB.
Hal tersebut menunjukkan bahwa ekstrak buah mengkudu dengan konsentrasi 90% efektif dalam menekan pertumbuhan BDB pada buah pisang, sedangkan ekstrak buah konsentrasi 30% dan 60% tidak efektif dalam menekan pertumbuhan BDB.
Menurut Pelczar dan Chan (1988), bahwa semakin tinggi konsentrasi suatu bahan antibakteri maka aktivitas antibakterinya semakin besar pula. Dengan konsentrasi ekstrak yang semakin tinggi maka kandungan senyawa ataupun zat antibakteri didalamnya juga akan semakin banyak (Efri dan Aeny,2004 dalam Husna, 2014).


BAB III
PENUTUP

A.     Kesimpulan
Berdasarkan penulisan makalah ini dapat disimpulkan bahwa, Ekstrak buah mengkudu mampu menghambat pertumbuhan BDB. Berdasarkan hasil penelitian Husna et all., 2014 tentang uji sensitivitas antibakteri dan uji penekanan pertumbuhan BDB pada buah pisang dapat diketahui bahwa perlakuan ekstrak buah mengkudu konsentrasi 90% paling efektif dalam menekan pertumbuhan BDB.

B.       Saran
perlu dilakukan pengujian yang lebih lanjut dengan konsentrasi yang lebih besar atau dengan memanfaatkan bagian tanaman mengkudu yang lainnya untuk mengetahui kemampuan dalam menghambat pertumbuhan BDB.


DAFTAR PUSTAKA
Anonimous. 2013. Oranisme Pengganggu Tumbuan (OPT) pada Tanaman Tomat Ralstonia solanacearum. http://opttomatk11. blogspot.com /2013/04/ dptkelompok11opt2ralstoniumsolanacearum. html diakses pada  tanggal 10-03-2015 pukul 07.28 WIB

A.P. Bangun., B. Sarwono. 2002. Khasiat dan Manfaat Mengkudu. Jakarta: Agro Media Pustaka

Devi, R. K. 2013. Uji Metode Inokulasi dan Patogenisitas Blood Disease Bacterium (BDB) pada Buah Pisang. Skripsi. Fakultas Pertanian. Universitas Brawijaya. Malang.

Dewi, F. K. 2010. Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Buah Mengkudu  (Morinda Citrifolia, Linnaeus) Terhadap Bakteri Pembusuk Daging Segar.Skripsi.Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Sebelas Maret. Surakarta.

Dia Faroka, Sri Rahayu dan Muhaimin Rifa’i. 2013. Profil Gr-1 dan CD34 Mencit yang Diinfeksi Staphylococcus aureus Pacsa Pemberian Ekstrak Buah Mengkudu (Morinda citrifolia). Jurnal. Exp. Life Sci. Vol. 3 No. 1 : 13-19

Efri dan Aeny, T. N. 2004. Keefektifan Ekstrak Mengkudu pada Berbagai Konsentrasi Terhadap Penghambatan Pertumbuhan Bakteri Ralstonia sp. Secara In Vitro. J Hama dan Peny. Tumb. Tropika. Vol 4 No. 2 : 83 – 88.

Hadiwiyono.   2010.   Penyakit   Darah Pada Tanaman Pisang Infeksi dan Keanekaragaman Genetika Patogen. Disertasi. Jogjakarta: Universitas Gadjah Mada.

Husda Marwan et all., . 2011. Isolasi Dan Seleksi Bakteri Endofit Untuk Pengendalian Penyakit Darah Pada Tanaman Pisang. J. HPT  Tropika.  Vol. 11,  No. 2: 113 – 121

Husna Fikriya Baroroh, Luqman Qurata Aini dan Abdul Latief Abadi. 2014. Uji Efektivitas Antibakteri Ekstrak Daun  Dan Buah Mengkudu (Morinda Citrifolia L.) Terhadap Blood Disease Bacterium. Jurnal HPT Volume 2 Nomor 2 : 87-97

Made Sumitha Kameswari,  Hapsari Mahatmi dan I Nengah Kerta Besung. 2013. Perasan Daun Mengkudu (Morinda citrifolia) Menghambat Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli secara In Vitro. Indonesia Medicus Veterinus  2(2) : 216 - 224

Nur Edy. 2011. Pengendalian Hayati Penyakit Darah Pada Pisang Dengan Pseudomonad Fluoresen Dan Bacillus spp. Jurnal.  Agroland  18 (1) : 29 – 35

Nur Edy, P Johanis dan Baharuddin. 2008. Karakterisasi Morfologi Patogenisistas dan Biokimia Bakteri Penyebab Penyakit Darah pada Pisang di Lembah Palu. J. Agrisains 9(2):65-72

Rustam. 2007. Uji Metode Inokulasi dan Kerapatan Populasi Blood Disease Bacterium pada Tanaman Pisang. Jurnal Hort 17(4) : 387-392

Ratri Kusuma Devi, Luqman Qurata Aini dan Abdul Latief Abadi. 2013. Uji Metode Inokulasi Dan Patogenisitas Blood Disease Bacterium (Bdb) Pada Buah Pisang (Musa Sp.). Jurnal HPT Volume 1 Nomor 1 : 40-46